Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron bagi Murid Kelas XII yang Sedang Melaksanakan PKL Tahun 2026 mastiokdr.com

Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron bagi Murid Kelas XII yang Sedang Melaksanakan PKL Tahun 2026

Sumber Belajar yang Dapat Dimanfaatkan

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan menyediakan 30 video pembelajaran literasi dan numerasi yang dapat dipelajari secara mandiri oleh murid SMK. Materi tersebut meliputi Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Topik Matematika antara lain himpunan bilangan, eksponen, invers fungsi, barisan geometri, sistem pertidaksamaan dan persamaan linear, transformasi geometri, keliling bangun datar, kaidah pencacahan, serta peluang.

Topik Bahasa Inggris meliputi descriptive text, narrative text, analytical exposition, recount text, dan procedure text. Topik Bahasa Indonesia meliputi membaca eksplisit dan tersirat, menemukan peristiwa utama, menyimpulkan konflik cerita, menulis berita, membaca kritis, menyunting teks, menyusun kerangka cerita, serta memberikan tanggapan terhadap karya sastra.

Sekolah dapat menggunakan video tersebut sebagai salah satu sumber belajar. Guru juga dapat melengkapinya dengan modul ringkas, lembar kerja, kuis digital, rekaman penjelasan, bahan bacaan, contoh kasus dari dunia kerja, dan sumber belajar lain yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Tautan playlist video pembelajaran literasi dan numerasi dapat dilihat dan diunduh pada tautan

s.id/videolitnumsmk

Integrasi dengan TKA dan Asesmen

1. TKA sebagai salah satu arah penguatan pembelajaran

Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran murid kelas XII. Persiapan TKA tidak seharusnya hanya dilakukan melalui latihan soal secara berulang. Persiapan perlu diarahkan pada penguatan pemahaman konsep, penalaran, kemampuan membaca informasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah.

Pembelajaran literasi dapat membantu murid memahami teks, menemukan informasi tersurat dan tersirat, menarik kesimpulan, menganalisis hubungan antarparagraf, serta menilai isi bacaan. Pembelajaran numerasi dapat membantu murid memahami data, menggunakan konsep matematika, menafsirkan tabel atau grafik, dan menyelesaikan masalah kontekstual. 

Guru mata pelajaran kejuruan juga dapat menghubungkan materi dengan konteks program keahlian. Misalnya, murid bidang teknik dapat diberikan tugas membaca petunjuk teknis dan menghitung kebutuhan material. Murid bidang bisnis dan manajemen dapat menganalisis data penjualan atau menghitung keuntungan. Murid bidang kesehatan dapat membaca informasi prosedural dan menafsirkan data sederhana. Pendekatan seperti ini membuat persiapan TKA lebih bermakna karena berkaitan dengan pengalaman belajar dan kompetensi kerja murid.

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan juga menyediakan video bedah kerangka asesmen TKA program keahlian SMK bagi guru mata pelajaran kejuruan. Video tersebut dapat digunakan sebagai rujukan dalam menyusun bahan ajar, lembar kerja, dan asesmen yang selaras dengan kerangka TKA.

2. Asesmen formatif sebagai bagian dari proses belajar

Asesmen formatif merupakan bagian penting dalam pembelajaran asinkron. Asesmen ini dilakukan selama proses belajar untuk mengetahui tingkat pemahaman murid, menemukan kesulitan, dan menentukan tindak lanjut pembelajaran.

Bentuk asesmen formatif dapat disesuaikan dengan karakteristik materi. Guru dapat menggunakan pertanyaan singkat, kuis, ringkasan bacaan, lembar kerja, analisis kasus, tugas perhitungan, rekaman penjelasan, atau jurnal refleksi. Asesmen tidak harus selalu berbentuk tes tertulis.

Hasil asesmen formatif digunakan untuk memberikan umpan balik. Umpan balik yang baik tidak hanya menyatakan bahwa jawaban murid benar atau salah. Umpan balik perlu menjelaskan bagian yang sudah dikuasai, kesalahan yang terjadi, alasan kesalahan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya.

TKA dan asesmen formatif memiliki fungsi yang berbeda. TKA mengukur kemampuan akademik berdasarkan kerangka dan ketentuan yang berlaku. Asesmen formatif membantu guru dan murid memperbaiki proses pembelajaran. Oleh karena itu, latihan TKA tidak boleh menggantikan seluruh kegiatan pembelajaran dan asesmen yang diperlukan untuk mengembangkan kompetensi murid secara utuh.

3. Penyelarasan dengan kerangka asesmen TKA program keahlian

Nota dinas menyediakan dua video bedah kerangka asesmen TKA program keahlian SMK dengan sasaran guru mata pelajaran kejuruan. Video tersebut dapat digunakan oleh guru sebagai rujukan dalam menyusun bahan ajar, lembar kerja, dan asesmen formatif yang selaras dengan kerangka asesmen TKA.

Tautan video bedah kerangka asesmen TKA:

Tahap

Kegiatan Guru

Memahami kerangka

Mempelajari kompetensi, ruang lingkup, karakteristik, dan tuntutan penalaran dalam kerangka asesmen TKA yang relevan.

Memetakan kebutuhan

Mengidentifikasi kemampuan awal, kesulitan, dan konteks PKL murid.

Menyusun bahan ajar

Mengembangkan materi singkat yang memadukan literasi, numerasi, dan konteks program keahlian.

Menyusun tugas

Membuat tugas yang menuntut pemahaman, penerapan, analisis, dan pemecahan masalah.

Melaksanakan asesmen formatif

Memberikan asesmen yang dapat dikerjakan secara asinkron dengan petunjuk yang jelas.

Memberikan umpan balik

Menjelaskan kekuatan, kesalahan, dan langkah perbaikan yang perlu dilakukan murid.

Melakukan tindak lanjut

Memberikan pengayaan, remedial, atau pendampingan sesuai hasil asesmen.

Contoh Alur Pembelajaran Asinkron

Satu siklus pembelajaran dapat dilaksanakan melalui alur berikut.

Orientasi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, materi yang perlu dipelajari, durasi pengerjaan, cara mengumpulkan tugas, dan kriteria keberhasilan.

Eksplorasi materi. Murid mempelajari video atau bahan belajar secara mandiri sesuai waktu yang tersedia.

Latihan terarah. Murid mengerjakan lembar kerja yang berisi pertanyaan pemahaman, penerapan, dan penalaran.

Kontekstualisasi. Murid menghubungkan materi dengan pengalaman di tempat PKL, tanpa membuka informasi perusahaan yang bersifat rahasia.

Asesmen formatif. Murid mengerjakan kuis, tugas analisis, atau masalah kontekstual untuk menunjukkan pemahamannya.

Umpan balik dan refleksi. Guru memberikan umpan balik, sedangkan murid menuliskan hal yang telah dikuasai, kesulitan yang dialami, dan rencana perbaikan.

Contoh tugas literasi dapat berupa membaca prosedur kerja, menemukan informasi penting, menjelaskan makna istilah teknis, dan menyusun ringkasan. Contoh tugas numerasi dapat berupa menghitung kebutuhan bahan, membaca tabel produksi, menganalisis grafik, menentukan persentase pencapaian, atau membandingkan beberapa alternatif berdasarkan data.

Contoh Rancangan Mingguan

Minggu

Fokus

Aktivitas Murid

Bukti Belajar

1

Membaca informasi eksplisit dan tersirat

Menonton video, membaca teks, dan menjawab pertanyaan pemahaman

Ringkasan dan jawaban terstruktur

2

Numerasi dalam konteks kerja

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ukuran, waktu, biaya, atau data

Lembar kerja perhitungan dan penjelasan langkah

3

Bahasa Inggris untuk dunia kerja

Mempelajari procedure text atau descriptive text dan menganalisis contoh

Tugas analisis teks atau penyusunan teks singkat

4

Penalaran dan refleksi

Mengerjakan asesmen formatif dan merefleksikan pengalaman belajar

Hasil asesmen, umpan balik, dan jurnal refleksi

Rancangan tersebut dapat disesuaikan dengan durasi PKL, jadwal kerja, akses internet, program keahlian, serta kebutuhan belajar murid. Sekolah tidak perlu menerapkan jadwal yang seragam apabila kondisi tempat PKL berbeda-beda.

Pembagian Peran

Keberhasilan pembelajaran asinkron memerlukan kerja sama berbagai pihak. Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan menyediakan media pembelajaran dan video bedah kerangka asesmen TKA. Dinas Pendidikan menyebarluaskan informasi, mendorong keberlangsungan pembelajaran, serta melakukan pemantauan dan evaluasi. BBPPMPV dan BPPMPV mendukung diseminasi, pendampingan, serta pemantauan sesuai kewenangannya.

MKKS mendukung koordinasi antarsatuan pendidikan dan berbagi praktik baik. MGMP membahas pemanfaatan video, mengembangkan lembar kerja dan asesmen formatif, serta menyusun strategi yang sesuai dengan mata pelajaran dan program keahlian. MKPS mendampingi pengawas dan satuan pendidikan dalam pemantauan kualitas pembelajaran.

Satuan pendidikan bertanggung jawab mengintegrasikan sumber belajar ke dalam perencanaan, menyediakan lembar kerja dan asesmen formatif, memberikan umpan balik, menggunakan media tambahan bila diperlukan, serta berkoordinasi dengan pembimbing sekolah dan pembimbing dunia kerja. Murid bertanggung jawab mengatur waktu belajar, mempelajari materi, mengerjakan tugas dengan jujur, menyampaikan kendala, dan memanfaatkan umpan balik untuk perbaikan.

Pemantauan dan Evaluasi

Pemantauan tidak hanya melihat jumlah tugas yang dikumpulkan. Sekolah perlu memeriksa apakah materi dapat diakses, apakah tugas sesuai dengan kondisi PKL, apakah murid memperoleh umpan balik, dan apakah pembelajaran membantu perkembangan literasi, numerasi, serta kompetensi kejuruan.

Indikator pemantauan dapat meliputi:

persentase murid yang menerima informasi dan sumber belajar;

keterjangkauan video, lembar kerja, dan asesmen;

keterlibatan murid dalam mempelajari materi;

ketepatan waktu dan kualitas umpan balik guru;

perkembangan hasil asesmen formatif;

kesesuaian beban belajar dengan jadwal PKL; dan

kendala akses, perangkat, jaringan, atau pendampingan yang perlu ditindaklanjuti.

Hasil pemantauan sebaiknya dibahas secara berkala oleh sekolah, guru, pembimbing PKL, dan pihak terkait. Praktik baik dapat dibagikan melalui MGMP atau MKKS, sedangkan kendala yang memerlukan dukungan lebih lanjut dapat disampaikan kepada Dinas Pendidikan atau pihak terkait.

Ketentuan dan Dasar Hukum

Pelaksanaan dukungan pembelajaran ini mengacu pada ketentuan berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional;
  6. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional; dan
  7. Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026 Tahun 2026 tentang Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi secara Asinkron bagi Murid Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan yang Sedang Melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.

Dalam pelaksanaannya, setiap satuan pendidikan perlu memperhatikan ketentuan utama bahwa pembelajaran disesuaikan dengan jadwal PKL, beban belajar, akses sumber belajar, dan kondisi murid. Pembelajaran harus dilaksanakan secara fleksibel dan proporsional. Kegiatan pembelajaran juga harus mengutamakan kebutuhan murid, penguatan literasi dan numerasi, relevansi dengan kompetensi kejuruan, serta kesiapan mengikuti TKA.

Penutup

Dukungan pembelajaran literasi dan numerasi secara asinkron merupakan strategi untuk memastikan murid kelas XII SMK tetap memperoleh layanan belajar selama melaksanakan PKL. Strategi ini tidak dimaksudkan untuk mengurangi kualitas pengalaman kerja atau menambah beban murid secara berlebihan. Sebaliknya, pembelajaran asinkron perlu dirancang secara fleksibel, kontekstual, dan proporsional agar pengalaman di sekolah dan pengalaman di dunia kerja saling menguatkan.

Integrasi dengan TKA dilakukan melalui penguatan pemahaman, penalaran, pemecahan masalah, dan penerapan pengetahuan. Asesmen formatif digunakan untuk memantau perkembangan murid dan memberikan dasar bagi perbaikan pembelajaran. Dengan koordinasi antara sekolah, guru, pembimbing PKL, dunia kerja, MGMP, MKKS, MKPS, Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya, pembelajaran selama PKL dapat tetap berlangsung secara terarah dan bermakna.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kesiapan murid mengikuti TKA, tetapi juga dari tumbuhnya kemampuan membaca, bernalar, menghitung, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan belajar secara mandiri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Penulis: Arie Wibowo Khurniawan dan Elva Lestari

Sumber : https://smk.kemendikdasmen.go.id/berita/dukungan-pembelajaran-literasi-dan-numerasi-secara-asinkron-bagi-murid-kelas-xii-smk-yang-sedang-melaksanakan-pkl

Untuk informasi selengkapnya terkait dengan Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron bagi Murid Kelas XII yang Sedang Melaksanakan PKL Tahun 2026 dapat kalian lihat/unduh di sini: Link Download

Demikian informasi tentang Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron bagi Murid Kelas XII yang Sedang Melaksanakan PKL Tahun 2026 yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Jika informasi ini bermanfaat, jangan lupa Share ya, Terima Kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Artikel terkait lainnya :
Artikel terkait lainnya :
Video Pilihan Mastiokdr

Sudah menonton video terbaru berikut?

Simak informasi dan panduan selengkapnya melalui channel resmi Mastiokdr.

Terbaru
Klik video untuk memutar langsung di halaman ini.
Tonton di YouTube

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi Sekolah :
Kontak Kami Cek Produk
Untuk Informasi Terbaru Silahkan Ikuti Di Media Sosial Kami :

1. Gabung di Grop Whatsapp : Klik Disini

2. Gabung di Grop Telegram : Klik Disini

3. Gabung di Youtube : Klik Disini


Informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 :

1. Gabung di Grop Whatsapp : Klik Disini

2. Gabung di Grop Telegram : : Klik Disini

3. Informasi Terbaru/Update : Klik Disini

4. Panduan & Tutorial : Klik Disini


Aplikasi Cetak Kartu Pendidikan :

1. Kartu NISN Dengan Foto : Klik Disini

2. Kartu NISN TANPA Foto : Klik Disini

3. Kartu NISN Kemenag (MI, MTS, MA, & MAK) : Klik Disini

4. Kartu NUPTK : Klik Disini

5. Kartu NRG/Sertifikasi Guru : Klik Disini


Aplikasi Sekolah :

1. Praktik Kerja Lapangan (PKL) "Juantika" : Klik Disini

2. Sistem Management Persuratan (Simantan) : Klik Disini




Artikel Terbaru



Terpopuler Bulan ini



Kategori Artikel


PKL 2026
12 Artikel  Ini
Aparatur Sipil Negara (ASN)
635 Artikel
PPDB
167 Artikel
SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB)
156 Artikel
KIP-PIP
153 Artikel
Sertifikasi Guru
146 Artikel
Dapodikdasmen
143 Artikel
Pendidikan Profesi Guru (PPG)
111 Artikel
Lihat Semua Kategori