Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron bagi Murid Kelas XII yang Sedang Melaksanakan PKL Tahun 2026 mastiokdr.com

Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron bagi Murid Kelas XII yang Sedang Melaksanakan PKL Tahun 2026

Pemerintah memberikan dukungan pembelajaran literasi dan numerasi secara asinkron bagi murid kelas XII yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026. Kebijakan ini menjadi perhatian penting bagi satuan pendidikan agar murid tetap mendapatkan penguatan kemampuan literasi dan numerasi meskipun sedang menjalani kegiatan PKL.

Pelaksanaan pembelajaran secara asinkron memberikan ruang bagi murid untuk tetap mengikuti kegiatan belajar tanpa harus berada di sekolah secara langsung. Dengan demikian, kegiatan PKL dapat tetap berjalan sekaligus mendukung keberlanjutan proses pembelajaran.

Sekolah dan guru perlu memahami ketentuan serta mekanisme pelaksanaannya agar dukungan pembelajaran bagi murid kelas XII yang sedang PKL dapat dilakukan secara terarah.

Lantas, bagaimana pelaksanaan pembelajaran literasi dan numerasi secara asinkron bagi murid kelas XII yang sedang PKL Tahun 2026? Simak informasi dan ketentuannya secara lengkap berikut ini.

Pendahuluan

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian penting dalam pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Melalui PKL, murid memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di sekolah dalam situasi kerja yang nyata. Murid juga belajar mengenal budaya kerja, disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, keselamatan kerja, serta tuntutan kompetensi yang berlaku di dunia usaha dan dunia industri.

Meskipun sedang melaksanakan PKL, murid kelas XII tetap memiliki hak untuk memperoleh layanan pembelajaran. Proses belajar tidak seharusnya berhenti hanya karena murid berada di tempat kerja. Salah satu bentuk dukungan yang dapat diterapkan adalah pembelajaran secara asinkron, yaitu pembelajaran yang dapat diakses dan dikerjakan murid secara mandiri pada waktu yang disesuaikan dengan kondisi serta jadwal PKL.

 Pembelajaran asinkron menjadi semakin penting karena literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar yang diperlukan dalam pendidikan, kehidupan sehari-hari, maupun dunia kerja. Kedua kemampuan tersebut juga mendukung kesiapan murid dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan menghadapi berbagai bentuk asesmen.

Pentingnya Literasi dan Numerasi bagi Murid SMK

Literasi merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi. Dalam kegiatan PKL, kemampuan literasi diperlukan ketika murid membaca prosedur kerja, memahami petunjuk penggunaan alat, menafsirkan informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, serta berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.

Literasi juga mencakup kemampuan membaca secara kritis. Murid perlu mampu membedakan informasi penting dan informasi tambahan, memahami hubungan sebab-akibat, menarik kesimpulan, serta menilai ketepatan suatu informasi. Kemampuan ini penting agar murid dapat bekerja secara cermat dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.

Sementara itu, numerasi merupakan kemampuan menggunakan konsep dan penalaran matematika untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks. Numerasi sangat dekat dengan kegiatan kerja. Murid dapat menggunakan numerasi ketika menghitung kebutuhan bahan, menentukan ukuran, membaca tabel, memahami grafik, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, menghitung persentase, dan membandingkan hasil pekerjaan.

Dengan demikian, penguatan literasi dan numerasi tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran tertentu. Penguatan tersebut juga membentuk kemampuan berpikir, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bekerja secara efektif.

Kondisi yang Mendorong Perlunya Dukungan Pembelajaran

Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026 menyampaikan bahwa hasil TKA SMK Tahun 2025 menunjukkan kompetensi murid masih perlu diperkuat. Rerata capaian murid pada mata pelajaran Matematika sebesar 34,84, Bahasa Inggris sebesar 22,69, dan Bahasa Indonesia sebesar 53,68. Data tersebut menunjukkan perlunya dukungan pembelajaran yang dapat diakses secara fleksibel, termasuk ketika murid sedang melaksanakan PKL

Kondisi PKL yang beragam juga menjadi alasan penting bagi penerapan pembelajaran asinkron. Setiap murid dapat memiliki jadwal kerja, lokasi, akses internet, perangkat, dan bentuk pendampingan yang berbeda. Oleh sebab itu, pembelajaran perlu dirancang secara fleksibel dan tidak menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua murid.

Pembelajaran asinkron memungkinkan murid mempelajari materi secara bertahap. Murid dapat mengakses video atau bahan bacaan setelah menyelesaikan kegiatan PKL, mengerjakan lembar kerja sesuai batas waktu yang disepakati, dan mengirimkan hasil pekerjaan melalui media yang tersedia.

Pembelajaran Asinkron sebagai Solusi yang Fleksibel

Pembelajaran asinkron bukan berarti murid belajar tanpa arahan. Guru tetap berperan dalam merencanakan tujuan pembelajaran, menyediakan sumber belajar, memberikan instruksi, memantau hasil belajar, dan memberikan umpan balik.

Dalam pelaksanaannya, guru dapat menyediakan video pembelajaran, modul ringkas, lembar kerja, kuis, tugas pemecahan masalah, serta jurnal refleksi. Materi tersebut dapat diberikan melalui platform pembelajaran, grup komunikasi kelas, atau media lain yang dapat diakses oleh murid.

Pembelajaran asinkron perlu memperhatikan beberapa prinsip utama. Pertama, kegiatan harus disesuaikan dengan jadwal dan beban PKL. Kedua, tugas harus diberikan secara proporsional agar tidak mengganggu pengalaman belajar di dunia kerja. Ketiga, materi perlu dikaitkan dengan kompetensi kejuruan dan situasi yang mungkin ditemui murid di tempat PKL. Keempat, guru perlu memberikan umpan balik agar murid mengetahui kekuatan dan bagian yang perlu diperbaiki.

Keterkaitan dengan TKA

Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran murid kelas XII. Persiapan TKA tidak seharusnya hanya dilakukan melalui latihan soal secara berulang. Persiapan perlu diarahkan pada penguatan pemahaman konsep, penalaran, kemampuan membaca informasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah.

Pembelajaran literasi dapat membantu murid memahami teks, menemukan informasi tersurat dan tersirat, menarik kesimpulan, menganalisis hubungan antarparagraf, serta menilai isi bacaan. Pembelajaran numerasi dapat membantu murid memahami data, menggunakan konsep matematika, menafsirkan tabel atau grafik, dan menyelesaikan masalah kontekstual.

Guru mata pelajaran kejuruan juga dapat menghubungkan materi dengan konteks program keahlian. Misalnya, murid bidang teknik dapat diberikan tugas membaca petunjuk teknis dan menghitung kebutuhan material. Murid bidang bisnis dan manajemen dapat menganalisis data penjualan atau menghitung keuntungan. Murid bidang kesehatan dapat membaca informasi prosedural dan menafsirkan data sederhana. Pendekatan seperti ini membuat persiapan TKA lebih bermakna karena berkaitan dengan pengalaman belajar dan kompetensi kerja murid.

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan juga menyediakan video bedah kerangka asesmen TKA program keahlian SMK bagi guru mata pelajaran kejuruan. Video tersebut dapat digunakan sebagai rujukan dalam menyusun bahan ajar, lembar kerja, dan asesmen yang selaras dengan kerangka TKA.

Tujuan Pembelajaran Asinkron

  1. Dukungan pembelajaran literasi dan numerasi secara asinkron bertujuan untuk:
  2. menjaga keberlangsungan proses belajar murid kelas XII selama melaksanakan PKL;
  3. memperkuat kemampuan memahami, mengolah, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi;
  4. memperkuat kemampuan menggunakan penalaran matematis dalam situasi sehari-hari dan situasi kerja;
  5. menghubungkan literasi dan numerasi dengan kompetensi kejuruan serta pengalaman murid di dunia kerja;
  6. mempersiapkan murid menghadapi TKA melalui pembelajaran yang bermakna, bertahap, dan kontekstual; dan
  7. menyediakan informasi bagi guru mengenai perkembangan belajar murid melalui asesmen formatif dan umpan balik.

Prinsip Pelaksanaan

Pembelajaran asinkron bagi murid yang sedang melaksanakan PKL perlu dilaksanakan berdasarkan prinsip berikut.

Prinsip

Penerapan

Fleksibel

Waktu belajar disesuaikan dengan jadwal, beban kegiatan, dan kondisi murid di tempat PKL.

Proporsional

Tugas dan asesmen diberikan dalam jumlah yang wajar serta tidak mengganggu tujuan utama PKL.

Kontekstual

Materi dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan program keahlian murid.

Berkelanjutan

Pembelajaran dilaksanakan secara teratur agar proses belajar tidak terputus selama PKL.

Inklusif

Materi dan tugas mempertimbangkan perbedaan akses perangkat, jaringan internet, kemampuan awal, dan lokasi PKL.

Berorientasi pada kebutuhan murid

Guru memperhatikan kesiapan, hambatan, minat, serta perkembangan setiap murid.

Berbasis umpan balik

Hasil pekerjaan murid ditinjau dan diberi umpan balik sebagai dasar perbaikan belajar.

Prinsip tersebut menegaskan bahwa pembelajaran asinkron bukanlah penambahan beban akademik semata. Pembelajaran ini merupakan dukungan yang dirancang agar murid tetap belajar secara terarah tanpa kehilangan kesempatan untuk memperoleh pengalaman autentik di dunia kerja.

 

Artikel terkait lainnya :
Artikel terkait lainnya :
Video Pilihan Mastiokdr

Sudah menonton video terbaru berikut?

Simak informasi dan panduan selengkapnya melalui channel resmi Mastiokdr.

Terbaru
Klik video untuk memutar langsung di halaman ini.
Tonton di YouTube

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi Sekolah :
Kontak Kami Cek Produk
Untuk Informasi Terbaru Silahkan Ikuti Di Media Sosial Kami :

1. Gabung di Grop Whatsapp : Klik Disini

2. Gabung di Grop Telegram : Klik Disini

3. Gabung di Youtube : Klik Disini


Informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 :

1. Gabung di Grop Whatsapp : Klik Disini

2. Gabung di Grop Telegram : : Klik Disini

3. Informasi Terbaru/Update : Klik Disini

4. Panduan & Tutorial : Klik Disini


Aplikasi Cetak Kartu Pendidikan :

1. Kartu NISN Dengan Foto : Klik Disini

2. Kartu NISN TANPA Foto : Klik Disini

3. Kartu NISN Kemenag (MI, MTS, MA, & MAK) : Klik Disini

4. Kartu NUPTK : Klik Disini

5. Kartu NRG/Sertifikasi Guru : Klik Disini


Aplikasi Sekolah :

1. Praktik Kerja Lapangan (PKL) "Juantika" : Klik Disini

2. Sistem Management Persuratan (Simantan) : Klik Disini




Artikel Terbaru



Terpopuler Bulan ini



Kategori Artikel


PKL 2026
12 Artikel  Ini
Aparatur Sipil Negara (ASN)
635 Artikel
PPDB
167 Artikel
SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB)
156 Artikel
KIP-PIP
153 Artikel
Sertifikasi Guru
146 Artikel
Dapodikdasmen
143 Artikel
Pendidikan Profesi Guru (PPG)
111 Artikel
Lihat Semua Kategori